top of page
Indika.png

INDIKA

NPP : 3403143D0300006

sedang_1565321922Slide1.jpg

1. Sejarah Singkat Perpustakaan INDIKA

      Perpustakaan INDIKA (Inisiatif, Dinamis, Kreatif, Aktif) sebagai salah satu organisasi yang bergerak di bidang Pendidikan yang lahir pada 05 MARET 2008 dan diresmikan oleh kepala KPAD Kabupaten Gunungkidul Bapak Sugiyanto, BBA, SIP, MM. Pada 19 Agustus 2008 mempunyai peranan untuk mendukung program pemerintah dalam  mewujudkan penggalakan wajib belajar 12 tahun dan peningkatan budaya baca kepada masyarakat. Budaya baca haruslah  kian digencarkan di kalangan masyarakat terkhusus di lingkungan para remaja dan anak - anak karena budaya baca adalah pondasi semangat belajar bagi generasi penerus.
Berawal dari itu, dengan minimnya koleksi, sarana/prasarana, kami berkeinginan mengadakan serangkaian program  guna penigkatan budaya baca masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah desa dan kantor perpustakaan dan arsip daerah kabupaten gunungkidul. Tentang pengangkatan petugas pengelola perpustakaan INDIKA. Jumlah koleksi sampai saat ini ada 1801  eksemplar. Dengan pengelola tujuh orang. Satu kepala perpustakaan, dua unit layanan teknis, dua unit layanan TIK dan dua unit layanan pemustaka. Jam buka layanan setiap hari mulai jam 08.00 sampai jam 17.00 WIB
Pada tahun 2017 perpustakaan indika mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan Perpuseru CFI, pada bulan februari 2017 pengelola perpustakaan mengikuti pelatihan yang diselengarakan DPK Gunungkidul yang menjadi  salah satu program dari Perpuseru, setelah mendaptakan bantuan berupa 3 unit komputer,  pengelola mulai memberikan pelayanan internet dan komputer kepada Masyarakat selain pelayanan peminjaman buku, pada bulan Maret pengelola perpus merekrut satu pengelola sukarela Perpustakaan, dan berhasil membentuk satu binaan dari perpustakkan yaitu pemuda kreatif yang dikoordinatori oleh salah satu pengurus, pada bulan mei perpustakaan diberi tawaran untuk menggadakan pelatihan desain grafis dan berhasil merekrut satu sukarela pengurus perpus setelah pelatihan selesai membentuk komunitas logo yang dikoordinatori oleh salah satu pengurus, kegitan perpustakan Indika semakin menjanikan pemuda kretif berhasil membuat prodak Mie Kelor dan komunitas Loga berhasil memenangkan kompetisi International dan berhasil mendapatakan hadiah sebesar $ 114, kemudian pada tahun 2018 bulan maret perpus kembali mengadakan pelatihan yang ditujukan kepada perempuan yang berada didesa sambirejo, yaitu pelatihan daur ulang sampah dan berhasil membentuk perkumpulan Sida Lampah dan berhasil membuat olahan sampah yang sudah memiliki daya jual.

2. Visi dan Misi Perpustakaan INDIKA

Visi dari perpustakaan

​

“Perpustakaan Desa sebagai pusat kegiatan dan belajar masyarakat”.

 

Misi dari perpustakaan

​

  • Meningkatkan kesadaran masyarakatb desa terhadap pentingnya transformasi informasi, pengetahuan dan pengalaman melalui pustaka.

  • Menumbuhkan minat baca masyarakat dari usia dini.

  • Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangandan pemberdayaan perpustakaan desa.

  • Meningkatkan kemampuan penggunaan IT sehat gunameningkatkan taraf hidup masyarakat.

       Menjadikan perpustakaan yang nyaman.

3. Sarana dan Prasarana

Sarana Ruang :

​

  1. Ruang sirkulasi, koleksi dan internet

  2. Ruang baca

  3. Wi-fi area

Sarana prasarana dan perlengkapan lain yang digunakan untuk pelayanan diperpustakaan antara lain :

Koleksi Perpustakaan

​

000-009 karya Umum      

 

100-199 Fisafat 

 

200-299 agama 

 

300-399  Ilmu Sosial

 

400-499 Bahasa

 

500-599 Ilmu Murni        

 

600-699 Teknologi

 

700-799 Seni,Rekreasi, dan Olahraga        

 

800-899 Sastra

 

900-999 Sejarah dan Geografi

4. Layanan Perpustakaan INDIKA

  1. Layanan Sirkulasi (pinjam-kembali koleksi perpustakaan) dan baca ditempat

  2. Layanan Referensi dan Rujukan

  3. Layanan Internet dan WiFi Area

  4. Layanan Informasi Online melalui Website

  5. Layanan Informasi melalui sosial media seperti facebook, instagram dan youtube

  6. Layanan informasi melalui whatsapp

5. Kerjasama Perpustakaan

Untuk menunjang terwujudnya visi dan misi perpustakaan perlu melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain yang mendukung. Dalam hal ini perpustakaan INDIKA melakukan kerjasama dengan :

  1. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul

  2. Perpuseru CCFI

  3. Paud (Pendidikan Anak Usia Dini)

  4. Sida Lampah

  5. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Gunungkidul

  6. Posyandu remaja 5 padukuhan

  7. Omed Cofee

6. Prestasi

Prestasi diperoleh oleh perpustakaan INDIKA yaitu :

​

  1. Juara II Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten tahun 2011

  2. Penghargaan Pustaka Bhakti Tama Provinsi D.I Yogyakarta Tahun 2012

  3. Juara I kontes Desain di 99desain tahun 2017

  4. Penghargaan Cerita Impact Perpuseru Tahun 2017

  5. Juara Harapan II Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Tahun 2018

  6. Juara I kontes desain di Zilion desain tahun 2019

  7. Juara II Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Tahun 2019

  8. Juara III Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Tahun 2021

  9. Membentuk dan membina kelompok pemuda kreatif tahun 2017 s/d 2018

  10. Membentuk dan membina kelompok sekolah alam tahun 2017 s/d sekarang

  11. Membentuk dan membina kelompok desain grafis tahun 2017 s/d sekarang

  12. Membentuk dan membina kelompok posyandu remaja tahun 2017 s/d sekarang

  13. Membentuk dan membina kelompok daur ulang sampah tahun 2017 s/d sekarang

  14. Membentuk dan membina kelompok reseller marketing online jam tangan tahun 2019 s/d sekarang

  15. Membentuk dan membina kelompok sablon kaos dan cetak stiker tahun 2023 s/d sekarang

7. Promosi Perpustakaan

Promosi perpustakaan diperlukan untuk mensosialisasikan keberadaan perpustakaan beserta layanan yang disediakan agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal. Dalam hal promosi ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh perpustakaan INDIKA, antara lain.

  1. Membuat brosur tentang perpustakaan dan layanan yang disediakan

  2. Perpustakaan membuat program sekolah Alam

  3. Membuat website perpustakaan agar keberadaannya dapat diketahui diseluruh dunia melalui internet

  4. Mempunyai account di sosial media seperti facebook dan twitter sebagai sarana komunikasi online dengan pemustaka

  5. Aktif disetiap lini kegiatan desa dan terus mengkampanyekan budaya membaca

8. Anggaran

Penganggaran secara rutin telah dilakukan mulai awal berdiri tahun 2008, namun alokasi anggaran untuk perpustakaan tidak tetap. Besarnya anggaran tersebut berasal dari APBDes untuk perpustakaan yang dialokasikan untuk pengembangan koleksi 30%, penyelenggaraan jasa/layanan perpustakaan 50%, dan pengeluaran lainnya 20%. Sumber anggaran lainnya hasil kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul dan hasil usaha mandiri.

Success! Message received.

  • YouTube
  • Instagram
  • Facebook Social Icon

Perpustakaan Desa INDIKA

bottom of page